Sejarah
Balai Diklat Keagamaan Manado pertama kali berdiri pada tahun 1981 yang berkantor di samping Kantor Departemen Agama Kota Manado di Kelurahan Kampung Islam (sekarang MAN Model). Pada saat itu kegiatan diklat berlangsung dari gedung satu ke gedung lainnya, dan yang sering digunakan yaitu gedung Catnas Tateli Malalayang (Kipan saat ini).
Pada pertengahan tahun 1985, Balai Diklat Keagamaan Manado pindah ke gedung Islamic Centre dengan tujuan efektifitas dan efisiensi ruang/aula untuk pelaksanaan kegiatan diklat, sehingga tidak lagi menyewa gedung seperti sebelumnya. Sekalipun demikian pihak Balai Diklat Keagamaan tetap memberikan kontribusi untuk Islamic centre pada setiap kegiatan diklat, walau nilainya tidak sebanding dengan harga sewa gedung pada umumnya. Kemudahan pindah ke Islamic Centre tidak lain karena gedung tersebut merupakan milik Yayasan Karya Islamiyah, yang pada saat itu pengurusnya dipercayakan kepada Wagub Abdullah Mokoginta sebagai Ketua, Kepala Balai Diklat Drs. H. Djainuddin Ahmad sebagai Sekretaris dan Kasubag TU Balai Diklat, Udin Lantjo, BA sebagai Bendahara.
Perjalanan panjang Balai Diklat Keagamaan Manado mulai menemui titik terang setelah pada tahun 1984 turun anggaran sebesar Rp. 60 juta dan bisa membeli tanah (kebun kelapa) seluas 12.320 meter persegi dari salah seorang warga Kairagi I Kec. Dimembe Kab. Minahasa yang berlokasi di Paniki Bawah Kec. Dimembe Kab. Minahasa (sekarang Kec. Mapanget Kota Manado). Pada tahun 1991, dana Pusat mulai mengucur untuk pembangunan kantor balai diklat, asrama dan mushala. Disusul dengan anggaran tahun berikutnya 1992 untuk pembangunan aula dan dapur. Dan tahun 1995 anggaran untuk pembangunan pagar keliling kantor.
Pembangunan fisik balai diklat rampung, pada tahun 1994, setelah 13 tahun berkantor di Islamic Centre Balai Diklat Keagamaan Manado pindah ke Kantor baru di jalan Mr. A.A.Maramis Km. 9 Paniki Bawah Manado Kec. Mapanget sampai sekarang.